WhatsApp Icon Gabung WhatsApp Channel Bone Terkini
Gabung

MEDAN, BONETERKINI.ID – Dunia pendidikan Indonesia berduka. Salah satu putra terbaik bangsa yang mendedikasikan hidupnya untuk transformasi kualitas guru, Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd., dikabarkan meninggal dunia pada hari ini, Senin, 27 April 2026. Mantan Rektor Universitas Negeri Medan (Unimed) sekaligus tokoh sentral di balik perancangan Kurikulum 2013 ini berpulang di usia 64 tahun, meninggalkan warisan intelektual yang sangat besar bagi wajah pendidikan tanah air.

Kepergian beliau tidak hanya menjadi kehilangan bagi keluarga besar Unimed di Sumatera Utara, tetapi juga bagi jajaran Kementerian Pendidikan serta para praktisi pendidikan di seluruh pelosok negeri yang pernah bersentuhan dengan kebijakan strategisnya.

Perjalanan Karier dan Dedikasi di Unimed

Lahir pada 3 Februari 1962 di Tapanuli Utara, Syawal Gultom mengawali perjalanan akademisnya dengan fokus pada bidang eksakta. Kecintaannya pada angka membawanya meraih gelar Guru Besar dalam bidang Pendidikan Matematika. Dedikasi dan kepemimpinannya yang visioner di lingkungan kampus hijau membuat beliau dipercaya menjabat sebagai Rektor Universitas Negeri Medan (Unimed) selama dua periode yang tidak berurutan, yaitu 2007–2011 dan 2015–2019.

Di bawah kepemimpinannya, Unimed mengalami transformasi signifikan dalam hal akreditasi dan pengembangan mutu lulusan tenaga kependidikan. Beliau dikenal sebagai pimpinan yang sangat menekankan bahwa universitas kependidikan harus menjadi garda terdepan dalam mencetak guru-guru masa depan yang tidak hanya cerdas secara kognitif, tetapi juga memiliki integritas moral.

Kiprah Nasional dan Arsitek Kurikulum 2013

Reputasi Prof. Syawal dalam manajemen pendidikan menarik perhatian pemerintah pusat. Beliau sempat ditarik ke Jakarta untuk menduduki posisi strategis sebagai pejabat eselon 1 di Kementerian Pendidikan Nasional (sekarang Kemendikbudristek). Beliau menjabat sebagai: