WhatsApp Icon Gabung WA Bone Terkini
Gabung

MAKASSAR, BONETERKINI.ID – Sejumlah kepala SMA dan SMK di Sulawesi Selatan mengajukan pengunduran diri setelah mengikuti proses evaluasi yang dilakukan Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Andi Iqbal Najamuddin, menegaskan bahwa keputusan pengunduran diri tersebut merupakan pilihan pribadi dan sukarela dari masing-masing kepala sekolah setelah mempertimbangkan hasil evaluasi.

“Pengunduran diri tersebut merupakan keputusan pribadi dan sukarela dari yang bersangkutan setelah mempertimbangkan hasil evaluasi,” ujar Andi Iqbal Najamuddin, Selasa (9/6/2026).

Ia menjelaskan, evaluasi terhadap seluruh kepala SMA dan SMK merupakan bagian dari mekanisme pembinaan organisasi untuk memperkuat kinerja, tata kelola sekolah, serta meningkatkan kualitas layanan pendidikan.

Menurutnya, hasil evaluasi menjadi salah satu pertimbangan dalam penempatan maupun keberlanjutan penugasan kepala sekolah.

https://boneterkini.id/wp-content/uploads/2026/05/IBONE-GADGET-scaled.png

Evaluasi tersebut mencakup berbagai aspek, termasuk tata kelola dan pengelolaan keuangan sekolah. Dinas Pendidikan Sulsel menilai seluruh aspek secara menyeluruh agar pengelolaan sekolah berjalan optimal, transparan, dan berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan.

Andi Iqbal menegaskan proses evaluasi berjalan secara objektif, profesional, serta mengacu pada peraturan perundang-undangan dan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik.

Meski terdapat sejumlah kepala sekolah yang mengundurkan diri, aktivitas belajar mengajar di seluruh SMA dan SMK di Sulawesi Selatan tetap berlangsung normal.

“Pendidikan adalah layanan publik yang harus terus berjalan. Karena itu, kami memastikan seluruh proses pembelajaran di sekolah tetap berlangsung dengan baik,” katanya.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan berkomitmen terus meningkatkan kualitas pendidikan melalui tata kelola yang transparan, profesional, dan berfokus pada pelayanan terbaik bagi peserta didik.