BONE, BONETERKINI.ID – Mengatasi gangguan pencernaan melalui Ramuan Obat Tradisional Bugis untuk Sakit Perut merupakan salah satu kearifan medis yang terdokumentasi dengan sangat lengkap dalam manuskrip Lontara Pabbura. Dalam literasi kesehatan masyarakat Bugis masa lampau, masalah pada area perut dibedakan menjadi beberapa kondisi, mulai dari nyeri lambung, perut kembung karena masuk angin, cacingan, hingga penggunaan bahan alami untuk pencuci perut (pencahar). Pengetahuan ini menggunakan kombinasi rempah-rempah hangat serta tanaman pekarangan yang diolah menjadi sediaan cair untuk diminum maupun sediaan padat sebagai baluran luar.
Pengetahuan yang diwariskan dalam Lontara Pabbura ini menunjukkan bahwa leluhur kita memiliki pemahaman mendalam mengenai sifat farmakologis tanaman. Berikut adalah rincian pengobatan perut sebagaimana diadaptasi dari catatan naskah tersebut:
Resep Herbal untuk Sakit Perut dan Lambung
Untuk meredakan nyeri perut, Ramuan Tradisional Bugis untuk Sakit Perut menawarkan berbagai pilihan sediaan cair yang berfokus pada penghangatan sistem pencernaan:
- Ramuan Jahe dan Rempah: Jahe (Zingiberis Rhizoma) yang dicampur dengan gula atau air hangat dikonsumsi untuk meredakan mual dan nyeri. Selain itu, kombinasi cengkeh dan menyan Arab yang dicampur air juga sering digunakan sebagai pereda nyeri lambung.
- Duet Jintan Putih dan Hitam: Jintan putih dan jintan hitam ditumbuk halus, lalu dicampur sedikit air untuk diminum. Keduanya dikenal dalam literasi Pabbura sebagai agen pelancar pencernaan yang sangat kuat.
- Ramuan Kayu Manis dan Minyak Wijen: Kayu manis dan menyan Arab yang dihaluskan kemudian dicampur minyak wijen (Oleum sesami) untuk diminum, memberikan efek pelumasan sekaligus menenangkan otot perut yang tegang.
- Sayur Kelor: Pemanfaatan daun kelor (Moringa oleifera) yang dimasak dan diminum airnya secara rutin juga tercatat sebagai cara alami menjaga kesehatan usus.
Metode Baluran untuk Perut Kembung dan Cacingan
Selain obat minum, Lontara Pabbura juga menekankan pentingnya pengobatan luar (topikal) untuk masalah perut kembung dan gangguan pada anak-anak:
- Perut Kembung dan Masuk Angin: Daun jarak (Ricinus communis) dipanaskan hingga suhunya pas di kulit, lalu dicampur sedikit minyak kelapa. Daun tersebut diremas-remas dan disapukan secara merata pada perut yang sakit atau kembung.
- Ramuan Jarak Pagar dan Bawang Merah: Pucuk pohon jarak pagar dicampur kapur dan bawang merah, diremas hingga lumat, lalu dibalurkan pada perut penderita.
- Cacingan pada Anak: Daun kelor dicampur dengan kapur, dilumatkan, kemudian ditempelkan pada perut anak yang mengalami gejala cacingan. Ini merupakan metode pembersihan parasit eksternal yang sangat populer di Sulawesi Selatan masa lalu.
Pencahar Alami dan Masalah Haid
Naskah Lontara Pabbura juga mencatat solusi bagi mereka yang membutuhkan pencuci perut (pencahar) serta wanita yang mengalami gangguan saat siklus bulanan:
- Pencahar Buah Sawo: Buah sawo manila (Achras zapota) dimasak dengan air sampai mendidih, lalu airnya diminum sebagai obat pencuci perut alami untuk melancarkan pembuangan.
- Muntah Karena Haid: Untuk wanita yang mengalami muntah-muntah saat haid, digunakan ramuan daun beluntas (Pluchea indica) yang dilumatkan dan diberi air masak, kemudian dicampur asam jawa serta sedikit garam. Ramuan ini diminum setiap pagi dan sore hari untuk menstabilkan kondisi tubuh.
Menelaah kembali isi naskah Lontara Pabbura menyadarkan kita bahwa kesehatan pencernaan dipandang sebagai kunci utama kebugaran tubuh. Pendekatan yang memadukan tanaman obat beraroma kuat (seperti jahe dan cengkeh) dengan teknik baluran hangat menunjukkan logika pengobatan yang sangat maju.
Pengetahuan otentik ini adalah warisan intelektual yang patut kita banggakan. Dengan mendokumentasikan kembali resep-resep dari manuskrip kuno ini, kita menjaga kearifan nenek moyang dalam mengelola potensi alam Sulawesi Selatan sebagai solusi kesehatan yang berkelanjutan bagi masyarakat.


