BONE, BONETERKINI.ID – Sebanyak 393 jemaah dan petugas Kloter 6 UPG asal Kabupaten Bone tiba di Tanah Air dalam keadaan utuh setelah menuntaskan seluruh rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.
Jemaah haji tersebut diserahkan oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Makassar kepada Pemerintah Kabupaten Bone di Aula Arafah Asrama Haji Sudiang Makassar, Jumat (5/6/2026).
Prosesi serah terima dilakukan oleh Wahyuddin Hakim kepada Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin. Turut hadir Asisten I Setda Bone, Staf Ahli Bupati Bone, perwakilan Kementerian Haji dan Umrah, Kabag Kesra, PPIH, serta para jemaah dan tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Wahyuddin Hakim mengingatkan para jemaah agar tidak hanya membawa pulang status sebagai haji, tetapi juga nilai-nilai spiritual dan akhlak yang diperoleh selama berada di Makkah dan Madinah.
“Kalau akhlak selama di Tanah Suci bisa dibawa pulang ke kampung halaman, tentu itu akan menjadi kontribusi besar untuk memperbaiki masyarakat dan daerah kita,” ujarnya.








Ia juga mengajak para jemaah untuk terus menjaga kemabruran haji dengan istiqamah dalam beribadah, mempererat hubungan sosial, serta memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
Kloter 6 UPG membawa total 393 orang yang terdiri atas 387 jemaah asal Kabupaten Bone dan enam petugas kloter. Seluruhnya kembali ke Indonesia dalam kondisi lengkap setelah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji.
Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin, menyambut langsung kedatangan rombongan haji asal Bone dan menyampaikan rasa syukur atas kepulangan para jemaah dalam keadaan sehat dan utuh.
Kehadiran para jemaah diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat melalui keteladanan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam beribadah maupun dalam hubungan sosial kemasyarakatan.
Hingga pemulangan Kloter 6, jumlah jemaah dan petugas Debarkasi Makassar yang telah kembali ke Tanah Air tercatat mencapai 2.350 orang.
Pemerintah Kabupaten Bone berharap seluruh jemaah memperoleh haji yang mabrur serta mampu menjaga nilai-nilai yang telah diperoleh selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.


