WhatsApp Icon Gabung WA Bone Terkini
Gabung

BONE, BONETERKINI.ID Menelaah manuskrip kuno Lontara Pabbura membawa kita pada pemahaman mendalam mengenai kearifan medis Sulawesi Selatan yang sangat luas. Dalam kategori “Penyakit Lainnya”, literasi kesehatan masyarakat Bugis masa lampau tidak hanya mencatat cara mengobati sakit pinggang atau encok, tetapi juga merinci resep khusus untuk meningkatkan gairah seksual, melancarkan persalinan, hingga mengobati kencing batu. Pemanfaatan bahan-bahan seperti merica, madu, telur, hingga akar pepaya menunjukkan adanya kombinasi antara pengobatan fisik dan peningkatan kualitas hidup (well-being).

Pengetahuan yang diwariskan dalam naskah ini membuktikan bahwa kesehatan dipandang secara holistik oleh leluhur kita. Berikut adalah rincian pengobatan yang diadaptasi dari catatan naskah tersebut:

Meningkatkan Gairah Seksual dan Vitalitas Pria

Salah satu bagian yang paling menarik dalam Ramuan Obat Tradisional Bugis untuk Vitalitas Pria adalah penggunaan bahan-bahan “panas” dan bergizi tinggi untuk memperkuat stamina:

  1. Ramuan Lengkuas Kompleks: Air perasan lengkuas dicampur dengan telur ayam, jeruk nipis, madu, merica, serta tambahan kopi dan kecap. Ramuan ini dikonsumsi sesaat sebelum tidur untuk meningkatkan energi dan gairah seksual.
  2. Merica dan Jeruk Nipis: Merica halus yang ditetesi air jeruk nipis dimakan setiap pagi dan sebelum tidur. Metode sederhana ini dipercaya mampu menjaga vitalitas pria secara rutin.

Kesehatan Reproduksi Wanita dan Persalinan

Lontara Pabbura juga memberikan perhatian besar bagi ibu yang sedang berjuang dalam proses persalinan maupun masa menyusui:

  • Melancarkan Persalinan: Menggunakan biji bunga sirih yang dimasak bersama merica. Ramuan ini dimakan untuk membantu proses keluarnya anak agar lebih lancar.
  • Pereda Nyeri Melahirkan: Parutan temulawak yang dicampur dengan minyak kelapa dikonsumsi untuk mengurangi rasa sakit saat proses melahirkan.
  • Pelancar ASI dan Anti Bau: Biji ketumbar yang disangrai dikonsumsi oleh ibu yang baru melahirkan. Selain melancarkan Air Susu Ibu (ASI), ketumbar juga dipercaya menghilangkan aroma tidak sedap pada tubuh pasca persalinan.

Masalah Saluran Kemih dan Kencing Batu

Gangguan kencing juga dipetakan secara detail dalam literasi Pabbura, dengan penanganan yang berbeda berdasarkan gejalanya:

https://boneterkini.id/wp-content/uploads/2026/05/IBONE-GADGET-scaled.png
  • Kencing Batu: Menggunakan daun tapak liman (Elephantopus scaber) yang direbus hingga airnya menyusut setengah, kemudian diminum setiap pagi.
  • Ginjal dan Saluran Tersumbat: Biji buah labu yang dicampur dengan mentega dipercaya mampu membantu melancarkan saluran kemih yang tersumbat.
  • Kencing Berwarna Merah: Menggunakan daun bambu yang sudah menguning, dimasak berulang kali hingga airnya jernih, kemudian diminum secara rutin.

Sakit Pinggang, Encok, dan Salah Urat

Untuk masalah fisik akibat kelelahan atau cedera, naskah ini menyarankan metode baluran luar yang menghangatkan:

  • Sakit Pinggang: Menggunakan bawang putih atau merah yang dihaluskan dengan garam untuk digosokkan pada pinggang. Penggunaan minyak zaitun dan minyak kemiri secara berulang-ulang juga sangat disarankan.
  • Encok (Ngilu Seluruh Badan): Tumbukan daun kecubung yang dicampur kapur sirih digosokkan pada bagian yang ngilu.
  • Salah Urat (Keseleo): Daun kemangi ditumbuk dengan garam, dibungkus daun pisang, dipanaskan, lalu diremas-remaskan pada bagian yang terkilir.

Menelaah kembali isi Lontara Pabbura ini menyadarkan kita bahwa tidak ada aspek kesehatan manusia yang luput dari pengamatan nenek moyang kita. Dari urusan rahasia ranjang hingga perjuangan ibu melahirkan, semua tersedia solusinya di alam Sulawesi Selatan.

Pengetahuan otentik ini adalah permata budaya yang patut kita banggakan. Dengan mendokumentasikan kembali resep-resep ini, kita menjaga marwah intelektual masyarakat Bugis agar tetap relevan dan menginspirasi kita untuk kembali menghargai kekuatan penyembuhan dari alam.