WhatsApp Icon Gabung WA Bone Terkini
Gabung

BONE, BONETERKINI.ID – Kawasan yang dulunya dipenuhi tumpukan sampah di Jalan A. Mappanyukki, Watampone, kini berubah menjadi ruang hijau yang produktif. Melalui Program Taman Sayur BerAmal Bone, lahan tersebut disulap menjadi kebun yang menghasilkan berbagai jenis sayuran dan dikelola oleh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bone.

Perubahan kawasan itu mendapat perhatian langsung dari Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., saat meninjau Taman Sayur BerAmal pada Selasa (28/7/2026).

Dalam kunjungannya, Bupati berkeliling melihat kondisi setiap bedengan yang ditanami berbagai jenis sayuran. Ia juga berdialog dengan perwakilan OPD mengenai proses pengelolaan, jenis tanaman yang dibudidayakan, hingga upaya menjaga produktivitas kebun.

Sebanyak 16 OPD terlibat dalam pengelolaan Taman Sayur BerAmal. Masing-masing OPD bertanggung jawab mengelola dua bedengan yang ditanami berbagai komoditas hortikultura, seperti cabai, tomat, terong, kangkung, sawi, dan aneka sayuran lainnya.

Program tersebut menjadi bentuk kolaborasi antarperangkat daerah dalam mengoptimalkan pemanfaatan lahan yang sebelumnya tidak produktif menjadi kawasan yang memberi manfaat bagi masyarakat.

https://boneterkini.id/wp-content/uploads/2026/05/IBONE-GADGET-scaled.png

Bupati Bone mengungkapkan kawasan tersebut sebelumnya dikenal sebagai lokasi yang sering dipenuhi sampah. Berkat kerja sama seluruh OPD, kawasan itu kini berubah menjadi ruang terbuka yang bersih, hijau, sekaligus menghasilkan komoditas pangan.

“Lokasi ini dulunya biasa dipenuhi sampah. Sekarang sudah bersih dan ditanami berbagai macam sayuran,” ujar Andi Asman Sulaiman.

Menurutnya, perubahan tersebut membuktikan bahwa lahan yang sebelumnya terbengkalai dapat dimanfaatkan menjadi kawasan produktif apabila dikelola secara serius dan berkelanjutan.

Selain mempercantik wajah Kota Watampone, Taman Sayur BerAmal juga menjadi salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Bone dalam mendukung ketahanan pangan, menjaga kebersihan lingkungan, serta membangun budaya gotong royong di lingkungan pemerintahan.

Bupati berharap semakin banyak lahan tidur maupun ruang terbuka yang dapat dimanfaatkan menjadi kawasan produktif. Ia juga mendorong masyarakat menjadikan program tersebut sebagai inspirasi untuk memanfaatkan pekarangan rumah sebagai sumber pangan keluarga.

Dengan semakin banyaknya lahan yang dikelola secara produktif, pemerintah berharap ketahanan pangan daerah semakin kuat, lingkungan menjadi lebih bersih, serta masyarakat memperoleh manfaat ekonomi dari hasil budidaya tanaman hortikultura.