BONE, BONETERKINI.ID – Menjaga kesehatan dan kecantikan wajah melalui Ramuan Tradisional Bugis untuk Jerawat merupakan bagian unik dari literasi kesehatan yang tersimpan dalam manuskrip Lontara Pabbura. Dalam naskah kuno tersebut, jerawat tidak hanya dipandang sebagai masalah kulit biasa, tetapi juga kondisi yang bisa diatasi dengan perpaduan antara bahan alami, tindakan fisik, hingga pendekatan spiritual. Masyarakat Bugis masa lampau telah memanfaatkan kekayaan alam Sulawesi Selatan, mulai dari rempah-rempah hingga sari buah, untuk merawat kulit wajah agar tetap bersih dan sehat.
Pengetahuan yang diwariskan dalam Lontara Pabbura ini menekankan pada penggunaan bahan-bahan yang bersifat mendinginkan, membersihkan, dan meregenerasi sel kulit. Berikut adalah rincian pengobatan jerawat sebagaimana diadaptasi dari catatan naskah tersebut:
Resep Herbal dengan Bahan Alami Pekarangan
Beberapa Ramuan Tradisional Bugis untuk Jerawat menggunakan tanaman yang mudah ditemukan di sekitar rumah:
- Pucuk Kapas dan Bawang Merah: Pucuk kapas ditumbuk bersama bawang merah, kemudian dihangatkan sejenak sebelum disapukan pada jerawat. Kombinasi ini berfungsi sebagai antiseptik untuk meredakan peradangan.
- Kayu Manis dan Madu: Kayu manis yang dihaluskan dicampur dengan madu murni menjadi masker alami yang efektif. Campuran ini ditempelkan pada jerawat untuk mempercepat proses penyembuhan tanpa meninggalkan bekas.
- Minyak Wijen dan Belimbing: Perpaduan minyak wijen dengan belimbing wuluh memberikan efek segar dan membantu mengurangi kadar minyak berlebih pada wajah.
- Sari Buah Delima: Air buah delima dicampur dengan asam cuka digunakan sebagai cairan pembersih jerawat yang ampuh.
Metode Fisik dan Spiritual yang Unik
Selain ramuan yang diminum atau dioles, Lontara Pabbura juga mencatat metode yang melibatkan tindakan fisik dan keyakinan spiritual:
- Tanah Galian: Salah satu teknik yang sangat tradisional adalah menggunakan tanah yang digali pada kedalaman sebatas tangan, kemudian tanah tersebut diusapkan pada jerawat. Hal ini kemungkinan berkaitan dengan kandungan mineral tertentu dalam tanah pada masa itu.
- Terapi Selawat: Teknik ini dilakukan sehabis mandi dengan menyapukan punggung tangan ke muka yang berjerawat sambil mengucapkan selawat kepada Nabi sebanyak tiga kali. Praktik ini dilakukan berulang-ulang, menunjukkan adanya harmoni antara kesembuhan fisik dan ketenangan batin dalam tradisi Bugis.
Ramuan Pendukung Lainnya
Lontara Pabbura juga menyebutkan penggunaan bahan lain seperti daun arakkarang yang dilumatkan bersama bawang merah untuk dijadikan bedak wajah. Selain itu, penggunaan bawang putih yang dicampur garam dan minyak zaitun tetap menjadi andalan karena sifat antibakterinya yang sangat kuat. Bagi yang mencari solusi jangka panjang, campuran rumput babi dengan asam jawa atau jintan hitam dengan madu disarankan untuk dipakai berulang kali hingga wajah benar-benar bersih.
Menelaah kembali isi naskah Lontara Pabbura menyadarkan kita bahwa estetika wajah telah lama menjadi perhatian masyarakat Sulawesi Selatan. Pendekatan yang menyeluruh—melibatkan alam, tindakan fisik, dan doa—menunjukkan betapa matangnya kearifan lokal kita dalam menjaga kualitas hidup dan kepercayaan diri.
Pengetahuan otentik ini adalah warisan intelektual yang patut kita banggakan. Dengan mendokumentasikan kembali resep-resep dari manuskrip kuno ini, kita menjaga marwah intelektual nenek moyang dalam mengelola kesehatan kulit secara alami dan bijaksana.


