BONE, BONETERKINI.ID – Pemerintah daerah terus menunjukkan kepedulian nyata terhadap sektor pendidikan usia dini, terbukti saat Bupati Bone Kunjungi Sekolah Rakyat Terintegrasi yang berlokasi di area BLK Bajoe pada hari Rabu, 20 Mei 2026.
Agenda Bupati Bone Kunjungi Sekolah Rakyat ini bukan sekadar tinjauan formal biasa, melainkan bentuk dukungan langsung dari H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M. kepada para peserta didik dan tenaga pengajar yang berada di lingkungan tersebut.
Dalam lawatannya, Andi Asman Sulaiman tidak hanya menyapa, tetapi juga memberikan suntikan motivasi agar para siswa terus bersemangat dalam menuntut ilmu dan mengembangkan potensi diri mereka secara maksimal.
Suasana belajar seketika berubah menjadi sangat interaktif saat orang nomor satu di Bumi Arung Palakka tersebut membaur dan terlibat langsung dalam proses pembelajaran di dalam kelas.
Ia dengan luwes mengajak para siswa berdiskusi mengenai berbagai hal, mulai dari pelajaran matematika dasar hingga mengenalkan konsep-konsep ekonomi yang dikemas secara sederhana.
Beberapa topik bahasan yang disampaikan dengan pendekatan komunikatif tersebut meliputi pemahaman tentang pendapatan, keuntungan (profit), serta cara bijak mengelola ekonomi dalam kehidupan sehari-hari.
Antusiasme siswa tampak begitu jelas saat mendengarkan arahan dan penjelasan edukatif tersebut. Kunjungan ini sekaligus menegaskan komitmen Pemkab Bone dalam membina generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, mandiri, dan memiliki dasar ilmu pengetahuan yang kuat.










Mengenal Program Sekolah Rakyat
Merujuk pada penjelasan dari laman resmi Kementerian Sosial (Kemensos), program Sekolah Rakyat bukanlah sekolah biasa, melainkan memiliki sejumlah karakteristik dan tujuan mulia:
- Pendidikan Asrama Gratis: Merupakan sekolah berasrama yang membebaskan 100 persen biaya pendidikan bagi anak-anak yang berasal dari keluarga miskin.
- Jenjang Lengkap: Menyediakan fasilitas pendidikan yang menyeluruh mulai dari tingkat SD, SMP, hingga jenjang SMA.
- Misi Pengentasan Kemiskinan: Dirancang secara khusus untuk memutus mata rantai kemiskinan dan kemiskinan ekstrem, serta membuka peluang masa depan yang lebih cerah bagi pesertanya. Hal ini sejalan dengan amanat Instruksi Presiden (Inpres) No 8 Tahun 2025.
- Target Sasaran Akurat: Pemilihan calon siswa yang berhak masuk ke sekolah ini ditentukan berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) agar tepat sasaran.
Sistem Rekrutmen Tenaga Pengajar
Berdasarkan regulasi dalam Inpres No 8 Tahun 2025, Sekolah Rakyat secara kelembagaan dibentuk dan diselenggarakan langsung oleh Kemensos. Namun, sistem penyediaan tenaga pendidiknya melibatkan kolaborasi lintas kementerian:
- Rekrutmen Terpusat: Proses rekrutmen guru untuk Sekolah Rakyat ditangani langsung oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN).
- Penyediaan Guru: Tenaga pengajar disediakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berkolaborasi dengan Kementerian Agama (Kemenag).
- Status Kepegawaian: Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pembahasan dengan Menteri PANRB, status guru akan diprioritaskan bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Prioritas selanjutnya diberikan kepada Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang telah mendapat penempatan, disusul oleh PPPK Paruh Waktu.



