BONE, BONETERKINI.ID – Dinamika kepemimpinan di perguruan tinggi keagamaan Islam negeri kebanggaan masyarakat Bone akhirnya memasuki babak baru. Berdasarkan hasil proses seleksi dan ketetapan resmi, tokoh akademisi sekaligus ulama kharismatik daerah, Prof Lukman Arake Rektor IAIN Bone terpilih, resmi diamanahkan untuk menakhodai Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone selama empat tahun ke depan, yakni untuk masa bakti periode 2026 hingga 2030.
Kepastian terpilihnya Prof. Dr. H. Lukman Arake, Lc., M.A., yang juga menjabat sebagai Direktur Pascasarjana IAIN Bone dan Wakil Rais Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bone ini, disambut hangat oleh berbagai elemen masyarakat, birokrasi, dan civitas akademika. Terpilihnya beliau dinilai sebagai langkah tepat untuk membawa lompatan besar bagi kemajuan pendidikan tinggi Islam di kawasan timur Indonesia.
Ucapan selamat dan rasa syukur mengalir deras dari berbagai pihak, salah satunya dari jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bone bersama Muslimat NU Bone. Sebagai figur yang mengakar kuat di tradisi keilmuan pesantren dan jam’iyah, Prof Lukman Arake dipandang memiliki integritas keilmuan yang mumpuni untuk memadukan kecerdasan intelektual dan keluhuran spiritual di kampus hijau tersebut.
“Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bone Mengucapkan Selamat dan Sukses Kepada Prof. Dr. KH. Lukman Arake, Lc. M.A. (Wakil Rais Syuriah PCNU Kab Bone) atas terpilihnya sebagai Rektor IAIN Bone Periode 2026-2030.” Demikian tertulisa dalam unggahan akun Facebook PCNU Bone, Senin 11 Mei 2026.
Ketua Tanfidziyah PCNU Bone, Dr. Rahmatunnair, M.Ag., bersama Rais Syuriah AG. Prof. Dr. KH. M. Amir HM., M.Ag., turut menyampaikan apresiasi dan doa terbaik atas terpilihnya salah satu kader terbaik mereka. Kepemimpinan baru ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara dunia akademis dan penguatan nilai-nilai keagamaan yang moderat di tengah masyarakat Kabupaten Bone.
Sosok Prof Lukman Arake sendiri bukanlah nama baru dalam lanskap pendidikan dan dakwah di Sulawesi Selatan. Latar belakang pendidikannya yang kuat di bidang kajian keislaman (menyelaraskan gelar Lc dan MA hingga jenjang doktoral dan guru besar) menjadikannya figur yang sangat dihormati, baik di dalam ruang kuliah maupun di mimbar-mimbar keumatian.
Visi Transformasi Kampus Hijau Empat Tahun ke Depan
Memasuki periode kepemimpinan 2026–2030, tantangan yang dihadapi oleh IAIN Bone tentu tidaklah ringan. Publik dan civitas akademika menaruh harapan besar pada pundak rektor baru untuk segera mengeksekusi berbagai agenda strategis. Salah satu target jangka panjang yang paling dinantikan adalah proses transformasi kelembagaan dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) menuju Universitas Islam Negeri (UIN).
Selain peningkatan status kelembagaan, fokus pengerjaan yang krusial meliputi penguatan akreditasi program studi, perluasan sarana dan prasarana penunjang perkuliahan, serta peningkatan kualitas riset dan publikasi ilmiah di kancah nasional maupun internasional.
Kapasitas kepemimpinan Prof Lukman diuji untuk mampu mengorkestrasi seluruh potensi SDM dosen dan tenaga kependidikan agar berdaya saing tinggi. Di samping itu, penguatan karakter mahasiswa yang berwawasan global namun tetap berpijak pada kearifan lokal (local wisdom) Bugis Bone menjadi fondasi penting yang harus terus dirawat.
Masyarakat Kabupaten Bone tentu mendoakan agar amanah besar ini dapat dijalankan dengan lancar. Sinergi yang baik antara pemerintah daerah, pemuka agama, dan dunia perguruan tinggi diyakini akan semakin mengukuhkan posisi Watampone sebagai episentrum peradaban dan pendidikan Islam di Sulawesi Selatan.



