BONE, BONETERKINI.ID – Kabupaten Bone seolah tidak pernah kehabisan destinasi wisata yang memadukan keindahan alam dengan nuansa mistis yang kental. Salah satu yang paling legendaris adalah Mata Air La Gole yang terletak di Desa Palongki, Kecamatan Tellu Siattinge. Destinasi ini bukan sekadar pemandian alam biasa, melainkan sebuah kawasan yang menyimpan kisah manusia yang berubah wujud menjadi ikan sidat hingga tradisi ikat nisan yang masih terjaga hingga saat ini.
Berjarak sekitar 27 kilometer dari pusat Kota Watampone, La Gole menawarkan pengalaman petualangan bagi mereka yang berani menembus hutan dan melintasi sungai demi melihat langsung kejernihan mata air yang sebening kristal.
Legenda Manusia Menjadi Ikan Sidat (Bale Massapi)
Daya tarik utama yang menyelimuti Mata Air La Gole adalah keberadaan Ikan Sidat atau dalam bahasa lokal disebut Bale Massapi. Namun, ini bukan sekadar ikan biasa. Menurut sejarah yang diyakini masyarakat setempat selama berabad-abad, dahulu terjadi peristiwa di mana seorang manusia berubah menjadi lima bagian ikan sidat (dua tangan, dua kaki, dan badan).
Hingga kini, pengunjung sering kali melihat penampakan ikan sidat yang tampak seperti “sepotong” bagian tubuh. Kemunculan Bale Massapi berukuran besar ini konon bergantung pada keberuntungan dan niat pengunjung. Warga sering melarungkan sesajen berupa telur ayam, kelapa muda, dan makanan tradisional sebagai bentuk penghormatan. Menariknya, telur-telur tersebut biasanya langsung disantap oleh sidat yang dipercaya telah hidup selama ratusan tahun tersebut.
Tradisi Ikat Nisan dan Makam Kuno Tanpa Nama
Di antara mata air dan aliran sungai, terdapat sebuah makam kuno yang posisinya terjepit di antara akar pepohonan besar. Hingga saat ini, identitas sosok yang dimakamkan di sana masih menjadi misteri. Makam inilah yang menjadi pusat wisata mistis di La Gole.
Pengunjung yang memiliki keinginan atau hajat tertentu biasanya akan mengikatkan tali di nisan makam tersebut sambil bernazar. Jika keinginan mereka terkabul di masa depan, mereka diwajibkan kembali ke La Gole untuk membuka kembali ikatan tersebut sebagai bentuk syukur dan pelepasan hajat. Tak heran, lokasi ini sering dikunjungi oleh pasangan pengantin baru yang datang untuk syukuran bersama keluarga besar.
Bagi Anda pecinta petualangan, perjalanan menuju Mata Air La Gole akan memberikan sensasi tersendiri. Setelah menempuh perjalanan darat dari Watampone, pengunjung masih harus berjalan kaki sejauh kurang lebih 300 meter menembus hutan, melewati perkebunan warga, hingga menyeberangi sungai. Jalur yang terjal dan menantang ini akan terbayar lunas begitu Anda melihat mata air yang sangat jernih di tengah rimbunnya pepohonan.
Potensi Destinasi Unggulan Bone
Melihat potensi keunikan alam dan budayanya, Pemerintah Kabupaten Bone melalui Dinas Pariwisata mulai merencanakan pengembangan kawasan La Gole untuk menjadi destinasi wisata unggulan. Air di mata air ini bahkan dipercaya oleh banyak pengunjung mampu menjadi perantara kesembuhan bagi berbagai macam penyakit karena kemurniannya.
Meski kental dengan aroma mistis, banyak juga pengunjung yang datang murni untuk berekreasi, menikmati suasana hutan yang tenang, dan berenang di air dingin yang segar. La Gole adalah bukti nyata bahwa di tengah hutan Desa Palongki, tersimpan kearifan lokal yang menghubungkan manusia, alam, dan sejarah masa lalu yang tak lekang oleh waktu.



