BONE, BONETERKINI.ID – Kiprah Dany Rahmat Muharram sebagai putra daerah Bone di panggung nasional kini memasuki babak baru yang sangat strategis. Ia resmi dilantik sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PP IPM) periode 2026–2028 dalam sebuah prosesi khidmat yang berlangsung di Yogyakarta.
Pengukuhan yang digelar pada Ahad, 12 April 2026, di Amphitarium Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Kampus 4 ini mengusung tema besar “Arah Baru IPM: Membumikan Gerakan, Mencerdaskan Semesta.” Momentum ini bukan sekadar seremoni organisasi, melainkan penegasan bahwa pelajar dari daerah mampu mengambil kemudi kepemimpinan nasional dengan visi yang berdampak luas.
Visi Strategis Kepemimpinan Dany Rahmat Muharram
Kepemimpinan Dany Rahmat Muharram membawa semangat untuk menggeser wajah gerakan pelajar agar tidak lagi terjebak dalam ruang-ruang formalitas. Berikut adalah pokok-pokok visi dan arah gerakan yang akan diusung PP IPM di bawah kepemimpinan putra asal Bone tersebut:
- 1. Membumikan Gerakan Pelajar: Dany menekankan bahwa IPM harus keluar dari ruang rapat dan hadir langsung di tengah realitas perjuangan pelajar di seluruh Indonesia.
- 2. Fokus pada Isu Kontemporer: Gerakan ke depan diarahkan untuk menjawab persoalan nyata seperti perundungan (bullying), tekanan kesehatan mental, serta tantangan pendidikan di era digital.
- 3. Pendekatan Akar Rumput: Kader IPM didorong untuk menghidupkan kembali denyut gerakan di tingkat sekolah, komunitas, hingga menjangkau daerah-daerah terpencil.
- 4. IPM sebagai Rumah Solusi: Organisasi ini diposisikan sebagai wadah aktif yang mendengar dan memberikan solusi konkret atas hambatan yang dihadapi oleh pelajar.
- 5. Pelopor Perubahan Nasional: Mengubah paradigma dari sekadar pengamat menjadi penggerak utama dalam setiap perubahan kebijakan yang berkaitan dengan dunia pelajar.
Dalam orasinya, Dany Rahmat Muharram menegaskan bahwa keberadaan IPM harus dirasakan manfaatnya secara langsung. “Di mana ada persoalan pelajar, di situ IPM harus ambil peran,” tegasnya. Pesan ini menjadi instruksi bagi seluruh kader di tanah air untuk tidak ragu hadir sebagai garda terdepan pelindung hak-hak pelajar.
Keberhasilan Dany mencapai posisi Ketua Umum PP IPM juga menjadi pemantik inspirasi bagi pemuda di Sulawesi Selatan, khususnya di Kabupaten Bone. Hal ini membuktikan bahwa latar belakang daerah bukan penghalang untuk memberi kontribusi nyata bagi masa depan bangsa. Keberanian untuk bergerak dan kepedulian untuk hadir menjadi kunci utama yang dibawa Dany dari Bone menuju panggung nasional.
Melalui kepemimpinan periode 2026–2028 ini, diharapkan muncul momentum bagi pelajar lainnya untuk ikut terlibat aktif dalam organisasi. Dengan semangat membumikan gerakan, Dany Rahmat Muharram berkomitmen menjadikan IPM sebagai organisasi yang lebih relevan, modern, dan memberikan dampak nyata bagi kecerdasan semesta.

