BONE, BONETERKINI.ID – Bencana genangan air dan banjir yang mengepung sejumlah kawasan di wilayah perkotaan Kabupaten Bone memantik respons cepat dari jajaran Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, turun langsung meninjau lokasi terdampak sekaligus menyerahkan sejumlah bantuan strategis di Posko Utama Kelurahan Panyula, Sabtu (9/5/2026).
Kehadiran orang nomor satu di Sulawesi Selatan ini didampingi langsung oleh pimpinan daerah setempat, yakni Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman dan Wakil Bupati Bone Andi Akmal Pasludin. Sinergi lintas pemerintahan ini menunjukkan komitmen kuat negara untuk selalu hadir di tengah masyarakat yang sedang dilanda musibah.
Dalam tinjauan lapangan tersebut, Gubernur Andi Sudirman tidak hanya datang untuk memastikan proses evakuasi berjalan lancar, tetapi juga membawa dukungan nyata berupa bantuan kedaruratan, bantuan sosial, serta santunan.
Untuk memastikan kebutuhan pangan warga di pengungsian maupun di rumah-rumah terdampak tetap terpenuhi, Pemprov Sulsel menyalurkan 500 paket sembako. Tidak berhenti di situ, Gubernur juga menyerahkan dana bantuan kedaruratan dengan nilai yang sangat signifikan, yakni Rp1 miliar, yang diserahkan langsung kepada Pemerintah Kabupaten Bone.
“Kemudian kami juga memberikan bantuan kedaruratan kepada Pemkab Bone senilai Rp1 miliar untuk tanggap bencana, karena ada beberapa kecamatan bekas banjir yang membutuhkan penanganan, terutama untuk fase recovery (pemulihan),” jelas Andi Sudirman di sela-sela kunjungannya.
Dana pemulihan ini diharapkan dapat mempercepat perbaikan infrastruktur publik yang rusak akibat terjangan air, pembersihan material sisa banjir, serta mendukung pemulihan roda ekonomi masyarakat di tiga kecamatan terdampak.
Banjir yang melanda Bone kali ini meninggalkan duka yang cukup mendalam. Data resmi mencatat musibah ini merenggut dua korban jiwa, yakni seorang perempuan lanjut usia (lansia) dan seorang anak laki-laki berusia 6 tahun. Keduanya dilaporkan tidak dapat terselamatkan saat debit air naik dengan cepat.
Merespons tragedi tersebut, Gubernur Sulsel secara khusus mendatangi dan memberikan santunan langsung kepada pihak keluarga yang ditinggalkan.
“Hari ini kita melihat langsung lokasi bencana banjir dan juga tentu menyampaikan duka mendalam kepada dua korban jiwa, sekaligus memberikan bantuan santunan dukungan untuk meringankan beban keluarga korban,” ujar Gubernur dengan raut wajah penuh empati.
Gubernur juga menitipkan pesan moral kepada seluruh warga Bone untuk saling menguatkan. “Saya mengimbau masyarakat tetap tenang dan saling mendoakan. Bagi warga di lokasi bencana, tetap sabar, mudah-mudahan ada hikmah besar di balik musibah ini,” tutupnya.
Kronologi dan Sebaran Wilayah Terdampak
Berdasarkan laporan di lapangan, bencana banjir ini dipicu oleh hujan deras dengan intensitas sangat tinggi yang mengguyur wilayah Kota Watampone sejak Kamis malam (7/5/2026). Durasi hujan yang panjang membuat kapasitas drainase dan daerah resapan air tidak mampu menahan debit air.
Puncaknya pada Jumat pagi (8/5/2026), luapan air mulai merendam permukiman warga. Sedikitnya ada tiga kecamatan utama yang terdampak cukup parah, yakni Kecamatan Tanete Riattang, Tanete Riattang Timur, dan Tanete Riattang Barat.
Data sementara dari tim evakuasi gabungan mencatat sebanyak 67 warga harus dievakuasi ke tempat yang lebih aman. Proses evakuasi tersebut difokuskan di tujuh titik krusial, antara lain Kelurahan Panyula, Biru, Masumpu, Toro, Bajoe, kawasan Jalan Sambaloge Baru, hingga Jalan Yos Sudarso.
Saat ini, Pemerintah Kabupaten Bone bersama BPBD, relawan, dan aparat terkait masih terus bersiaga memantau perkembangan cuaca serta memastikan seluruh warga terdampak mendapatkan suplai logistik dan layanan kesehatan yang memadai.



