WhatsApp Icon Gabung WA Bone Terkini
Gabung

BONE, BONETERKINI.ID – Penjaga gawang Timnas Curacao, Eloy Room, menjadi kiper dengan jumlah penyelamatan terbanyak pada fase awal Piala Dunia 2026. Berdasarkan data statistik FIFA, Room telah mencatatkan 20 penyelamatan dalam dua pertandingan Grup E.

Jumlah tersebut menempatkan kiper berusia 37 tahun itu di posisi teratas daftar penjaga gawang tersibuk sepanjang fase grup sejauh ini. Tingginya angka penyelamatan menunjukkan besarnya tekanan yang harus dihadapi Curacao dari serangan lawan.

Performa terbaik Eloy Room terjadi saat Curacao menghadapi Ekuador di Kansas City Stadium, Minggu (21/6/2026). Dalam laga yang berakhir imbang tanpa gol tersebut, ia melakukan 15 penyelamatan dan menjadi faktor utama yang membawa Curacao meraih poin pertama dalam sejarah partisipasi mereka di Piala Dunia.

Di posisi kedua terdapat kiper Arab Saudi, Mohammed Alowais, yang telah membukukan 14 penyelamatan. Penampilannya menjadi salah satu alasan Arab Saudi mampu tetap bersaing di fase grup.

Posisi ketiga ditempati penjaga gawang Iran, Alireza Beiranvand, dengan catatan 13 penyelamatan. Kiper berpengalaman tersebut kembali menunjukkan ketenangannya dalam mengawal lini belakang Team Melli.

https://boneterkini.id/wp-content/uploads/2026/05/IBONE-GADGET-scaled.png

Sementara itu, kiper Qatar Mahmoud Abunada berada di peringkat keempat dengan 12 penyelamatan. Ia tampil cukup konsisten dalam menjaga pertahanan negaranya dari tekanan lawan.

Melengkapi lima besar adalah penjaga gawang Paraguay, Orlando Gill, yang telah melakukan 11 penyelamatan sepanjang turnamen.

5 Kiper Tersibuk di Piala Dunia 2026

  1. Eloy Room (Curacao) – 20 penyelamatan
  2. Mohammed Alowais (Arab Saudi) – 14 penyelamatan
  3. Alireza Beiranvand (Iran) – 13 penyelamatan
  4. Mahmoud Abunada (Qatar) – 12 penyelamatan
  5. Orlando Gill (Paraguay) – 11 penyelamatan

Menariknya, belum ada nama-nama kiper elite dari negara unggulan yang masuk lima besar daftar tersebut. Kiper Belgia, Thibaut Courtois, misalnya, baru mencatatkan tujuh penyelamatan dari dua pertandingan.

Hal serupa juga dialami penjaga gawang Brasil, Alisson Becker, yang sejauh ini baru membukukan enam penyelamatan. Keduanya relatif jarang mendapat ancaman karena tim mereka mampu mengontrol jalannya pertandingan.

Meski demikian, tingginya jumlah penyelamatan tidak selalu mencerminkan kualitas tim secara keseluruhan. Statistik tersebut sering kali menunjukkan bahwa sebuah tim lebih banyak berada di bawah tekanan dan memberi kesempatan lawan melepaskan tembakan.

Bagi Curacao, performa luar biasa Eloy Room menjadi modal penting untuk menjaga peluang lolos ke fase berikutnya. Pengalaman dan refleksnya di bawah mistar menjadi senjata utama tim Karibia tersebut.

Curacao dijadwalkan menghadapi Pantai Gading pada laga terakhir Grup E di Philadelphia Stadium, Jumat (26/6/2026) dini hari WIB. Hasil pertandingan tersebut akan menentukan nasib mereka di Piala Dunia 2026.