Dukungan Luar Biasa dari Keluarga Sederhana
Taswina lahir sebagai putri bungsu dari pasangan suami istri, Taslim dan Wahidah. Di tengah kesederhanaan, kedua orang tuanya memberikan dukungan yang sangat luar biasa, baik secara moral maupun logistik. Izin dan restu penuh telah dikantongi Taswina agar ia bisa fokus berlatih menatap tahapan di pusat.
Setiap hari di rumah, sang ibu, Wahidah, sangat memperhatikan asupan pola makan dan memberikan vitamin tambahan demi memastikan kondisi fisik Taswina tetap prima. Sementara sang ayah, Taslim, selalu siap mendukung dalam hal transportasi guna melatih Taswina agar selalu disiplin dan tepat waktu.
“Dukungan dan doa dari orang tua saya sangat luar biasa, inilah yang menjadi motivasi dan semangat saya dalam menjalani tes calon Paskibraka 2026,” tuturnya penuh rasa syukur. Maka tak heran, ketika namanya diumumkan lolos mewakili Sulsel, perasaan bersyukur, bangga, dan terharu langsung membuncah karena ia berhasil membuktikan kemampuannya kepada orang-orang di sekitar.

Kunci Sukses: Manajemen Waktu Ekskul dan Dua Target Masa Depan
Bagi Taswina, menjalani seleksi berat di tingkat provinsi kemarin berjalan dengan baik dan lancar berkat sikap percaya diri serta fokus pada kemampuan diri sendiri. Kunci utamanya terletak pada komunikasi dan manajemen waktu yang berjalan seimbang. Sebagai pelajar, ia tetap memegang tanggung jawab penuh untuk menyelesaikan kewajiban akademiknya di sekolah sembari mengikuti pelatihan Paskibraka yang padat.
Hebatnya, Taswina bukan hanya aktif di Paskibra saja. Pelajar yang memiliki hobi bermain badminton dan menari ini ternyata juga tercatat pernah mengikuti sejumlah kegiatan ekstrakurikuler lain di sekolahnya, mulai dari Pramuka, seni tari, hingga Marching Band. Keaktifannya di berbagai organisasi ini ikut membentuk mental tangguhnya.
Paskibraka sendiri dinilai Taswina sebagai wadah ekstrem untuk pembentukan karakter, kedisiplinan, dan mental kepemimpinan generasi muda, di mana ego pribadi harus dikikis demi kebersamaan tim. Karakter tangguh ini dipersiapkannya demi mengejar cita-cita besar di masa depan, di mana ia memiliki dua rencana matang: masuk Akademi Kepolisian (Akpol) sebagai pilihan utama, atau menjadi pramugari sebagai pilihan kedua.



