WhatsApp Icon Gabung WhatsApp Channel Bone Terkini
Gabung

BONE, BONETERKINI.ID – Prestasi gemilang dan membanggakan kembali ditorehkan oleh putra daerah Kabupaten Bone di kancah provinsi. Muh. Rifqi Al Faritsi, seorang pelajar kelas XII yang menimba ilmu di MAS Al-Ikhlas Ujung Bone, sukses mengharumkan nama daerah dengan menyabet gelar bergengsi sebagai Winner Duta Pelajar Sulawesi Selatan (Sulsel) Tahun 2026.

Keberhasilan ini bukanlah sesuatu yang diraih secara instan. Rifqi harus melewati serangkaian proses seleksi yang sangat ketat, kompetitif, dan menguras tenaga serta pikiran, bersaing dengan putra-putri terbaik dari berbagai kabupaten dan kota di seluruh penjuru Sulawesi Selatan. Kemenangan ini sekaligus menegaskan bahwa kualitas pendidikan dan potensi generasi muda di Bumi Arung Palakka mampu bersaing dan menjadi yang terbaik di tingkat provinsi.

Bermula dari Kesadaran Diri dan Keinginan Berkembang

Banyak yang mengira bahwa seorang juara lahir dari kepercayaan diri yang meluap-luap sejak awal. Namun, kisah Rifqi justru bermula dari kerendahan hati dan kesadaran akan kekurangan diri.

Remaja berprestasi ini secara terbuka mengungkapkan bahwa motivasi utamanya terjun ke ajang Duta Pelajar Sulsel 2026 murni didasari oleh kehausannya akan ilmu dan pengalaman. Ia menyadari betul bahwa kapasitas dirinya saat itu masih perlu banyak diasah.

“Motivasi saya yakni saya merasa masih belum memiliki banyak ilmu, pengalaman, wawasan, relasi, dan public speaking saya masih jauh dari kata ‘hebat’. Sehingga, saya yakin Duta Pelajar Sulsel adalah wadah yang paling tepat bagi saya untuk belajar dan berproses,” ungkap Rifqi dengan rendah hati.

Langkah berani untuk keluar dari zona nyaman ini membuktikan kedewasaan berpikir Rifqi. Alih-alih merasa puas dengan statusnya sebagai pelajar sekolah menengah, ia memilih ajang ini sebagai kawah candradimuka untuk menempa kemampuan komunikasi, memperluas jaringan (networking), dan membangun kepercayaan diri yang lebih solid.

Rasa Haru Membawa Pulang Mahkota Juara ke Bone

Malam puncak penganugerahan menjadi momen yang tak akan pernah dilupakan oleh Rifqi. Ketika namanya diumumkan sebagai pemenang utama atau Winner, segala rasa lelah selama masa karantina dan seleksi seakan terbayar lunas.

Perasaan campur aduk menyelimuti dirinya. Ada kebanggaan yang luar biasa, rasa haru yang mendalam, serta luapan syukur yang tak terhingga. Baginya, kemenangan ini bukan sekadar pencapaian pribadi, melainkan sebuah persembahan kehormatan bagi almamater dan tanah kelahirannya.

“Tentunya sangat bangga, terharu, dan sangat bersyukur karena bisa membawa piala dan gelar itu masuk ke daerah saya, Kabupaten Bone, dan membawa nama baik sekolah saya, MAS Al-Ikhlas Ujung Bone,” tutur Rifqi dengan mata berbinar menceritakan detik-detik kemenangannya.

Dibalik sosok pemenang di atas panggung, selalu ada support system yang tak kenal lelah memberikan kekuatan di belakang layar. Rifqi menyadari betul bahwa mahkota Duta Pelajar yang disandangnya adalah hasil kerja keras banyak pihak.

Sosok yang paling berpengaruh dan menjadi sumber kekuatan utamanya adalah kedua orang tuanya, Choirul Fais dan Sitti Noeraeny. Doa yang tak pernah putus, dukungan moral, serta berkah dari orang tua menjadi fondasi spiritual yang menenangkannya dalam menghadapi setiap tantangan selama kompetisi berlangsung.

Selain restu orang tua, Rifqi juga menyoroti peran sentral para panitia dan mentor yang telah mendampinginya. Mereka bukan hanya sekadar pembimbing teknis, tetapi juga menjadi tempat bersandar saat ia menghadapi keluhan maupun masalah selama masa pemilihan.

Rifqi secara khusus menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Kak Ridwan, Syahwa Aprilia, Kak Heru, Kak Irfan, dan Kak Accang. “Mereka adalah sosok-sosok luar biasa yang selalu menekankan saya untuk terus konsisten. Bukan hanya dalam mempertahankan nilai, tetapi yang paling penting adalah mempertahankan attitude (sikap),” tegasnya.

Kemenangan Muh. Rifqi Al Faritsi kini menjadi lembaran baru dalam sejarah prestasi pelajar di Kabupaten Bone. Konsistensi, kerendahan hati untuk terus belajar, dan pentingnya menjaga adab (attitude) adalah pesan kuat yang ia sampaikan melalui pencapaiannya ini.

Diharapkan, gelar Duta Pelajar Sulawesi Selatan 2026 yang kini disandangnya dapat menjadi katalisator bagi pelajar-pelajar lain di Bone untuk berani bermimpi, mengambil peluang, dan terus menggali potensi diri demi mengharumkan nama daerah di masa depan.