BONE, BONETERKINI.ID – Kabupaten Bone kembali menawarkan destinasi yang memadukan kedalaman sejarah dengan eksotisme bahari. Objek Wisata Cempalagi yang terletak di Desa Mallari, Kecamatan Awangpone, bukan sekadar pantai biasa. Tempat ini adalah saksi bisu perjuangan Raja Bone ke-15, La Tenritatta Arung Palakka, sekaligus rumah bagi fenomena alam “Gusung” pasir putih yang muncul secara ajaib saat air laut surut.
Hanya berjarak singkat dari pusat kota, Cempalagi menawarkan pengalaman napak tilas sejarah yang dibalut dengan pemandangan Teluk Bone yang memukau.
Gua Janci Saksi Bisu Perlawanan Arung Palakka di Objek Wisata Cempalagi
Nilai historis utama dari Cempalagi terletak pada Gua Janci atau Gua Janji. Di sinilah, antara tahun 1660-1663, Arung Palakka mengikrarkan janji setianya untuk membebaskan rakyat Bone dari belenggu Kerajaan Gowa-Tallo. Gua ini menjadi tempat perenungan dan kontemplasi batin sang raja sebelum mengambil keputusan besar dalam sejarah Sulawesi Selatan.
Di dalam gua ini, pengunjung dapat melihat bukti fisik yang diyakini sebagai peninggalan Arung Palakka, yakni:
- Assingkerukeng (Simpul sumpah).
- Akkarebbeseng (Bekas cakaran tangan pada dinding gua).
- Attuddukeng (Bekas pijakan tumit).
Selain jejak fisik tersebut, terdapat sebuah sumur air tawar yang tidak pernah kering. Warga setempat menyebutnya sebagai “Sumur Jodoh”. Konon, bagi siapa saja yang mandi atau mengambil air di sumur ini, diyakini akan dimudahkan dalam menemukan pasangan hidup.
Gusung Cempalagi Surga Pasir Putih di Tengah Laut
Bagi pecinta wisata bahari, Cempalagi memiliki daya tarik unik berupa Gusung Cempalagi. Fenomena hamparan pasir putih ini hanya dapat dinikmati ketika air laut sedang surut, biasanya pada pagi hari. Ketika air pasang, gusung ini akan hilang tertutup permukaan laut.
Hanya berjarak sekitar 20 meter dari bibir pantai, pengunjung dapat berjalan kaki menuju hamparan pasir lembut ini. Perpaduan langit biru, matahari cerah, dan pasir putih yang bersih menjadikan lokasi ini sebagai spot foto favorit untuk mengisi beranda Instagram.
Asal Usul Nama dan Fasilitas Wisata
Nama Cempalagi sendiri diambil dari keberadaan pohon asam (Cempa) besar yang tumbuh di bukit tersebut. Pada masa perang, pohon ini menjadi tempat berlindung dan bertahan hidup yang sangat krusial. Kini, kawasan ini telah dikelola oleh Dinas Pariwisata Bone sebagai destinasi wisata sejarah, budaya, dan bahari.
Untuk menikmati paket lengkap wisata alam dan sejarah ini, pengunjung tidak perlu merogoh kocek dalam-lambat. Biaya masuk kawasan Cempalagi sangat terjangkau, yakni hanya Rp 5.000 per orang, harga yang sudah termasuk biaya parkir kendaraan.
Cempalagi adalah destinasi yang sempurna bagi Anda yang ingin berwisata sambil meresapi semangat perjuangan pahlawan, sekaligus memanjakan mata dengan keindahan pesisir Teluk Bone yang eksotis.



