WhatsApp Icon Gabung WA Bone Terkini
Gabung

BONE, BONETERKINI.ID – Mengatasi berbagai masalah kulit melalui Ramuan Tradisional Bugis untuk Panu dan penyakit kulit lainnya merupakan bagian dari kearifan medis yang terdokumentasi dalam manuskrip kuno Lontara Pabbura. Dalam naskah tersebut, masyarakat Bugis masa lampau telah mengidentifikasi berbagai jenis penyakit luar secara mendetail, mulai dari infeksi jamur ringan seperti panu, luka menahun atau koreng, eksim, hingga penyakit kulit yang lebih berat seperti puru-puru. Pengobatan yang ditawarkan pun sangat variatif, mencakup penggunaan rempah dapur, getah tanaman, hingga teknik pengasapan yang unik.

Pengetahuan yang diwariskan dalam Lontara Pabbura ini menunjukkan bahwa leluhur kita memiliki metode yang sangat aplikatif dalam menangani gangguan kulit. Berikut adalah rincian pengobatan penyakit luar sebagaimana diadaptasi dari catatan naskah tersebut:

Metode Mengatasi Panu dan Koreng

Untuk keluhan infeksi jamur dan luka luar, Ramuan Tradisional Bugis untuk Panu dan koreng memanfaatkan bahan yang bersifat antiseptik dan antijamur alami:

  1. Panu: Menggunakan gilingan daun jeruk (Citrus sinensis) dan bawang merah yang disapukan langsung pada area panu. Selain itu, tumbukan lengkuas merah (Languas galanga) yang dicampur air juga menjadi sediaan cair yang sangat populer untuk membasmi jamur kulit.
  2. Koreng: Tempurung kelapa yang dibakar atau irisan kunyit yang ditempelkan pada koreng yang telah dikerik bersih menjadi cara utama. Penggunaan sedikit kapur juga ditambahkan untuk mempercepat pengeringan luka. Bahan lain yang unik adalah Awereng yang dibakar lalu dibasahi dengan ramuan sirih untuk dioleskan pada koreng.

Pengobatan Eksim dan Teknik Embun Asap

Eksim memiliki penanganan yang lebih kompleks dalam literasi Pabbura. Salah satu teknik yang paling menonjol adalah teknik “Sembur” dan pemanfaatan uap:

  • Teknik Sembur: Campuran kunyit, kayu kemu, dan rumbia ditumbuk halus, kemudian “disemburkan” langsung pada area eksim. Teknik ini juga bisa menggunakan campuran kunyit dengan sisik arang yang ditumbuk.
  • Embun Asap Pisau: Tempurung kelapa dibakar di bawah tempurung besar berlubang. Asap yang keluar dari lubang tersebut ditampung menggunakan bilah pisau steril hingga pisau tersebut basah oleh embun asap. Cairan pada pisau inilah yang kemudian dilengketkan atau disapukan pada eksim.

Solusi untuk Puru-puru dan Alergi

Puru-puru atau luka infeksi kulit yang lebih berat ditangani dengan kombinasi bahan yang lebih kuat, termasuk penggunaan getah dan teknik kunyah:

https://boneterkini.id/wp-content/uploads/2026/05/IBONE-GADGET-scaled.png
  • Ramuan Pinang dan Sirih: Pinang tua dan sabut kelapa halus dikunyah bersama daun sirih hingga lumat, lalu disemburkan pada puru-puru.
  • Getah Ulat-ulat dan Santan: Getah dari tanaman tertentu (ulat-ulat) dicampur santan kental yang dihangatkan, lalu disapukan pada luka puru-puru.
  • Jadam dan Minyak Zaitun: Campuran Jadam (Aloe), asam cuka, jintan hitam, dan minyak zaitun digunakan sebagai sediaan cair untuk menyembuhkan puru-puru yang membandel.
  • Alergi (Kulit Memerah): Untuk kulit yang memerah karena alergi, disarankan meminum air pencuci beras pertama yang dicampur kemiri, atau meminum air rebusan pucuk jambu biji.

Menurunkan Panas dan Perawatan Badan

Lontara Pabbura juga mencatat cara sederhana untuk menurunkan panas badan dengan menempelkan parutan pisang (Musa paradisiaca) pada bagian kepala. Sedangkan untuk kondisi “tidak enak badan”, penggunaan kotoran buah maja yang ditempelkan pada tubuh diyakini mampu mengembalikan kesegaran fisik secara alami.

Menelaah kembali isi naskah Lontara Pabbura menyadarkan kita bahwa kesehatan kulit dipandang sangat penting oleh leluhur Bugis. Pendekatan yang memadukan bahan alami dengan teknik aplikasi yang spesifik (dioles, disembur, atau melalui pengasapan) menunjukkan logika medis yang sangat kaya.

Pengetahuan otentik ini adalah warisan intelektual yang patut kita banggakan. Dengan mendokumentasikan kembali resep-resep dari manuskrip kuno ini, kita menjaga kearifan nenek moyang dalam mengelola kesehatan kulit melalui cara-cara alami yang tersedia di alam Sulawesi Selatan.