WhatsApp Icon Gabung WA Bone Terkini
Gabung

Para peneliti terus menciptakan varietas baru yang lebih kuat menghadapi penyakit, gulma, serta membutuhkan lebih sedikit air dan pupuk. Karena itu, rumput yang digunakan pada edisi sebelumnya belum tentu digunakan kembali pada Piala Dunia 2026.

Selain melibatkan ilmuwan, proyek ini juga didukung komunitas petani benih rumput di Kanada dan Amerika Serikat. Mereka memproduksi benih khusus yang nantinya digunakan untuk stadion, lapangan golf, taman kota, hingga fasilitas olahraga lainnya.

Bos menjelaskan rumput yang digunakan memiliki karakteristik unik. Rumput tersebut tumbuh di atas lapisan plastik dan kain khusus yang membuat akarnya berkembang ke arah samping sehingga lebih kuat menghadapi tekanan selama pertandingan.

Standar kualitas yang diterapkan juga sangat ketat. Dalam rentang tiga meter, perbedaan ketinggian permukaan lapangan hanya diperbolehkan sekitar lima milimeter.

Tim ahli bahkan menggunakan alat khusus yang dijuluki “kaki palsu” untuk menguji kekuatan rumput. Alat tersebut meniru gerakan dan tekanan yang dihasilkan pemain sepak bola saat berlari, berbelok, atau melakukan tekel.

https://boneterkini.id/wp-content/uploads/2026/05/IBONE-GADGET-scaled.png

Tantangan lainnya muncul karena beberapa stadion harus memasang rumput alami di atas lapangan sintetis yang sudah terpasang permanen sebelumnya.

Meski menghabiskan waktu, biaya, dan tenaga yang besar, para ahli rumput memiliki tujuan sederhana. Mereka berharap tidak ada pemain, pelatih, maupun penonton yang membicarakan kondisi lapangan selama turnamen berlangsung.

Bagi mereka, rumput yang tidak menjadi sorotan berarti seluruh pekerjaan berjalan sempurna dan para pemain dapat menampilkan performa terbaiknya di Piala Dunia 2026.