WhatsApp Icon Gabung WA Bone Terkini
Gabung

BONE, BONETERKINI.ID – Pemain Muda Piala Dunia 2026 menjadi sorotan menjelang dimulainya turnamen sepak bola terbesar di dunia. Meski seluruh negara peserta telah mengumumkan skuad final, sejumlah keputusan pelatih memunculkan perdebatan karena beberapa pemain muda yang tampil impresif justru tidak mendapat tempat.

Beberapa nama bahkan memiliki kontribusi penting bersama klub maupun tim nasional selama proses kualifikasi. Namun, persaingan ketat dan kebutuhan taktik membuat mereka harus mengubur impian tampil di panggung Piala Dunia 2026.

Salah satu nama yang paling banyak diperbincangkan adalah Joao Pedro dari Brasil. Penyerang Chelsea berusia 24 tahun itu tampil tajam sepanjang musim dengan mencatatkan 20 gol dan sembilan assist dari 50 pertandingan di semua kompetisi.

Performa tersebut membuatnya sempat mendapat kepercayaan tampil bersama Brasil dalam laga kualifikasi dan pertandingan uji coba. Namun saat pengumuman skuad final, pelatih Carlo Ancelotti memilih tidak memasukkan namanya dan lebih mempercayai Igor Thiago serta Endrick.

Nama lain dalam daftar Pemain Muda Piala Dunia 2026 yang gagal berangkat adalah Dean Huijsen dari Spanyol. Bek muda Real Madrid itu tampil dalam 40 pertandingan sepanjang musim dan sempat menjadi andalan pelatih Luis de la Fuente.

https://boneterkini.id/wp-content/uploads/2026/05/IBONE-GADGET-scaled.png

Huijsen bahkan bermain penuh dalam dua pertandingan awal kualifikasi Piala Dunia zona Eropa. Namun cedera betis yang sempat dialaminya membuat posisinya tergeser. Setelah pulih, ia kembali mendapat panggilan tim nasional, tetapi tetap gagal masuk skuad final La Roja.

Pemain Muda Piala Dunia 2026 yang Jadi Korban Persaingan Ketat

Dari Prancis, nama Eduardo Camavinga juga cukup mengejutkan publik. Gelandang Real Madrid berusia 23 tahun itu tetap menunjukkan konsistensi dengan tampil dalam 43 pertandingan musim ini.

Pelatih Didier Deschamps sebenarnya masih memanggil Camavinga untuk laga uji coba pada Maret lalu. Namun ketatnya persaingan di lini tengah membuatnya kalah bersaing dengan Aurelien Tchouameni, N’Golo Kante, dan Manu Kone.

Keputusan tersebut memunculkan banyak perdebatan karena Camavinga dianggap masih memiliki kualitas untuk memperkuat Les Bleus di turnamen besar.

Sementara itu, Inggris juga meninggalkan salah satu talenta terbaik mereka. Cole Palmer tidak masuk dalam daftar pemain yang dibawa Thomas Tuchel ke Piala Dunia 2026.

Pemain Chelsea tersebut sempat mengalami beberapa masalah cedera selama musim berjalan. Meski begitu, Palmer tetap mampu mencatatkan 10 gol dan satu assist dari 26 pertandingan Premier League.

Banyak penggemar Inggris menilai Palmer layak mendapatkan tempat karena kreativitas dan kemampuannya menciptakan peluang. Namun Tuchel lebih memilih Jude Bellingham, Morgan Rogers, dan Eberechi Eze untuk mengisi sektor gelandang serang.

Keempat nama tersebut menjadi contoh bahwa performa apik tidak selalu menjamin tempat di turnamen besar. Setiap pelatih memiliki pertimbangan tersendiri dalam menyusun komposisi tim terbaik untuk menghadapi ketatnya persaingan di Piala Dunia.

Meski gagal tampil tahun ini, usia mereka yang masih muda membuat peluang untuk kembali memperkuat negaranya di turnamen internasional berikutnya masih sangat terbuka.