BONE, BONETERKINI.ID – Menjaga kesehatan indra penglihatan melalui Ramuan Obat Tradisional Bugis untuk Sakit Mata merupakan warisan kearifan lokal yang terekam jelas dalam manuskrip kuno Lontara Pabbura. Dalam naskah tersebut, masyarakat Bugis masa lampau telah memiliki pengetahuan mendalam mengenai berbagai klasifikasi penyakit mata, seperti mata merah, mata berdarah, penglihatan kabur, hingga kondisi mata kotor. Keunikan dari pengobatan ini terletak pada penggunaan bahan alami yang diolah menjadi sediaan cairan, bubuk, hingga pemanfaatan embun pagi yang murni.
Dokumentasi dalam Lontara Pabbura menunjukkan bahwa setiap gangguan mata memiliki penanganan yang sangat spesifik. Hal ini membuktikan bahwa literasi kesehatan tradisional Sulawesi Selatan sangat mengedepankan ketepatan bahan sesuai dengan gejala yang dialami penderita. Berikut adalah rincian pengobatan mata sebagaimana diadaptasi dari catatan naskah tersebut:
Pengobatan Sakit Mata dan Mata Merah
Untuk keluhan sakit mata umum dan mata merah, Ramuan Obat Tradisional Bugis untuk Sakit Mata memanfaatkan bahan-bahan yang bersifat mendinginkan serta membersihkan:
- Pucuk Kapuk (Ceiba pentandra): Pucuk daun kapuk dimasukkan ke dalam air lalu dipanaskan hingga hangatnya dapat ditahan oleh kulit. Cairan ini kemudian disapukan secara perlahan pada mata yang sakit untuk meredakan peradangan.
- Tawas dan Jeruk Nipis: Tawas yang digosokkan pada besi berkarat, lalu dicampur air jeruk nipis (Citrus aurantifolia), digunakan sebagai cairan pembersih di pinggir mata.
- Putih Telur Ayam: Putih telur yang dicampur sedikit kuningnya, dibungkus dengan kapas, kemudian diteteskan cairannya pada mata. Metode ini menunjukkan pemanfaatan protein hewani dalam pengobatan.
- Embun Daun Pisang: Salah satu metode paling alami adalah meneteskan embun yang mengumpul di daun pisang (Musa paradisiaca) setiap pagi hingga mata sembuh.
Sedangkan untuk mata merah, naskah menyarankan penggunaan Prusi (Cpuri Culfat) yang ditumbuk halus dan dicampur dengan air jeruk manis (Citrus sinensis), kemudian disapukan pada area mata yang memerah.
Menangani Mata Berdarah dan Penglihatan Kabur
Kondisi yang lebih berat seperti mata berdarah atau penglihatan yang mulai gelap (kabur) juga memiliki rujukan dalam Ramuan Obat Tradisional Bugis untuk Sakit Mata:
- Mata Berdarah: Menggunakan air perasan belimbing manis (Averrhoa carambola) yang dicampur dengan tawas. Cairan ini diteteskan pada mata yang mengalami pendarahan ringan untuk membantu menghentikan darah dan membersihkan area tersebut.
- Mata Kabur (Gelap Penglihatan): Menariknya, naskah ini menyebutkan penggunaan kayu manis (Cinnamomum zeylanicum) dan gula pasir. Kedua bahan ini dihaluskan bersama hingga menjadi bubuk halus, lalu digosokkan secara perlahan pada pinggir mata untuk membantu menjernihkan penglihatan.
Solusi untuk Kondisi Mata Kotor
Lontara Pabbura juga mencatat berbagai tanaman yang efektif untuk membersihkan kotoran pada mata. Beberapa bahan yang digunakan antara lain daun kelor (Moringa oleifera), daun pacar (Lawsonia inermis), hingga buah lontar muda (Borassus flabellifer). Cairan dari bahan-bahan tersebut diteteskan pada mata agar kotoran dapat keluar dan mata kembali bersih. Bahkan, dalam kondisi tertentu, air perasan lombok (Capsicum annum) yang digiling hingga keluar airnya juga dicatat sebagai salah satu alternatif pembersih mata dalam naskah tersebut.
Pengetahuan mengenai Ramuan Obat Tradisional Bugis untuk Sakit Mata melalui Lontara Pabbura ini adalah pengingat betapa kayanya literasi kesehatan nenek moyang kita. Pemanfaatan tanaman sekitar seperti kelor, daun pisang, dan belimbing menunjukkan adanya keharmonisan antara manusia dan alam dalam menjaga kesehatan.
Penyajian informasi ini bertujuan untuk melestarikan nilai-nilai budaya dan pengetahuan otentik masyarakat Bugis. Dengan memahami warisan naskah kuno, kita dapat terus menghargai proses panjang perkembangan ilmu pengobatan di Nusantara yang tetap relevan sebagai bagian dari identitas bangsa.



