BONE, BONETERKINI.ID – Aksi tawuran di Terminal Palakka menghebohkan warga Kelurahan Bulu Tempe, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Kabupaten Bone, Kamis (8/1/2026). Tim Opsnal Polsek Tanete Riattang bergerak cepat ke lokasi setelah menerima laporan dugaan bentrokan antar kelompok di kawasan kompleks terminal tersebut.
Petugas yang tiba di Tempat Kejadian Perkara langsung melakukan pengamanan dan berhasil mengamankan empat orang terduga pelaku. Mereka masing-masing berinisial AF (21) warga Kelurahan Macanang, AN (20) warga Teko-Teko, AG (20) warga Bakunge, dan SI (23) warga Compong’e. Keempatnya diduga terlibat langsung dalam insiden tawuran di Terminal Palakka yang sempat memicu kepanikan warga sekitar.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, peristiwa tersebut bermula saat dua kelompok berada di area Terminal Palakka. Kelompok pertama merupakan anak punk yang sedang berkumpul, sementara kelompok lainnya adalah pemuda yang melakukan aksi balap liar. Kelompok anak punk menegur para pemuda agar menghentikan aktivitas balap liar karena dinilai membahayakan.
Situasi kemudian memanas ketika salah seorang pemuda yang melakukan balap liar terjatuh dari sepeda motornya. Pemuda tersebut mengira dirinya ditertawakan oleh kelompok anak punk. Kesalahpahaman itu memicu emosi dan berujung pada aksi pengejaran yang kemudian berubah menjadi bentrokan terbuka.
Aksi saling serang pun tak terhindarkan. Kedua kelompok terlibat kejar-kejaran dan bentrokan fisik di sekitar terminal.
Kronologi Tawuran Terminal Palakka dan Barang Bukti
Dalam rangkaian tawuran di Terminal Palakka tersebut, kelompok pemuda yang melakukan balap liar diduga membawa kabur satu unit sepeda motor Mio Soul warna merah milik Lelaki Rian. Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan siapa yang membawa sepeda motor tersebut.
Dari lokasi kejadian, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan langsung dengan aksi tawuran. Barang bukti tersebut berupa satu buah sadel sepeda motor dan satu buah parang. Temuan ini memperkuat dugaan bahwa bentrokan tersebut berpotensi menimbulkan korban lebih serius jika tidak segera dihentikan.
Keempat terduga pelaku kemudian diamankan ke Polsek Tanete Riattang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Proses hukum terus berjalan guna mengungkap peran masing-masing pelaku dalam tawuran di Terminal Palakka, termasuk kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat namun belum diamankan.
Sementara itu, Tim Opsnal masih melakukan pendalaman kasus dan memburu pihak yang diduga membawa kabur sepeda motor korban. Polisi juga menelusuri kemungkinan keterkaitan antara aksi balap liar dan bentrokan yang terjadi.

