Lewati ke konten
Rabu, 4 November 2026

Pilih jenis kiriman

Berita / Info Umum Event & Agenda Lowongan Kerja Wisata & Kuliner Pelayanan Publik Budaya & Sejarah Usaha Lokal / UMKM

Template terisi otomatis di WhatsApp Tim Bone Terkini. Kiriman ditinjau sebelum tayang.

Kirim Info
Terkini

Rp23 Miliar untuk Kampung Nelayan Merah Putih di Bone, Pemkab Harap Program Jangkau 11 Kecamatan Pesisir

Kegiatan Bulan Bakti KKP 2026 di Kampung Nelayan Merah Putih Desa Angkue, Kabupaten Bone.
Suasana kegiatan Bulan Bakti Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) 2026 di kawasan Kampung Nelayan Merah Putih, Desa Angkue, Kecamatan Kajuara, Kabupaten Bone, Rabu (4/11/2026).
WhatsApp Icon Gabung WA Bone Terkini
Gabung

BONE, BONETERKINI.ID – Pemerintah Kabupaten Bone berharap program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) dapat diperluas ke seluruh wilayah pesisir. Program Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tersebut dinilai menjadi peluang untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan tradisional melalui fasilitas dan pengelolaan perikanan yang lebih modern.

Harapan itu disampaikan Bupati Bone Andi Asman Sulaiman saat menghadiri kegiatan Bulan Bakti Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) 2026 di kawasan Kampung Nelayan Merah Putih, Desa Angkue, Kecamatan Kajuara, Rabu (4/11/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-27 Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. Bupati hadir bersama Wakil Bupati Bone Andi Akmal Pasluddin, Ketua TP PKK Bone Maryam Andi Asman, dan Wakil Ketua TP PKK Bone Maya Damayanti A. Akmal.

Turut hadir Penjabat Sekretaris Daerah Bone Edy Saputra Syam, anggota DPRD Bone Muslimin, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta jajaran Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Iklan
https://boneterkini.id/wp-content/uploads/2026/10/IKLAN-ARP.jpeg
Scroll untuk lanjut membaca

Bone Memiliki 11 Kecamatan Pesisir

Dalam sambutannya, Andi Asman menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan atas penempatan program KNMP di Kabupaten Bone, khususnya Desa Angkue.

Menurutnya, program tersebut sangat strategis karena Kabupaten Bone memiliki 11 kecamatan pesisir dengan potensi sumber daya kelautan dan perikanan yang cukup besar.

“Kita di Kabupaten Bone memiliki 11 kecamatan daerah pesisir. KNMP ini menjadi pilot project dan kami berharap seluruh kecamatan pesisir nantinya bisa mendapatkan program Kampung Nelayan Merah Putih,” kata Andi Asman.

Ia berharap KNMP Angkue tidak sekadar menghadirkan pembangunan infrastruktur, tetapi juga membawa perubahan terhadap pola usaha dan kehidupan ekonomi masyarakat nelayan.

Andi Asman menyebut program tersebut sejalan dengan harapan Presiden Republik Indonesia agar nelayan lokal dapat naik kelas melalui peningkatan fasilitas, teknologi, dan sistem pengelolaan perikanan yang lebih modern.

Dukungan anggaran pemerintah pusat untuk pembangunan satu kawasan KNMP disebut dapat mencapai Rp23 miliar.

“Harapan Bapak Presiden bagaimana membantu nelayan lokal kita agar bisa naik kelas. Kalau sebelumnya pengelolaan masih tradisional, sekarang kita dorong menjadi lebih modern. Apalagi anggarannya tidak sedikit, bisa mencapai Rp23 miliar,” ungkapnya.

Fasilitas KNMP Diharapkan Perkuat Ekonomi Nelayan

Bupati Bone menekankan pentingnya pengembangan sektor perikanan secara terintegrasi, mulai dari hulu hingga hilir.

Menurutnya, aktivitas nelayan tidak boleh berhenti pada proses menangkap ikan. Mereka juga membutuhkan dukungan fasilitas pendaratan, penyimpanan, pengolahan, distribusi, hingga pemasaran hasil perikanan.

Dengan sistem tersebut, nelayan diharapkan memiliki peluang meningkatkan nilai jual hasil tangkapan sekaligus membuka aktivitas ekonomi baru di kawasan pesisir.

Dalam konsep pengembangannya, kawasan KNMP dilengkapi berbagai sarana pendukung, antara lain dermaga dan tambatan perahu, shelter pendaratan ikan, balai nelayan, pabrik es, serta cold storage atau tempat penyimpanan dingin.

Kawasan tersebut juga mencakup fasilitas bengkel kapal dan kios perbekalan untuk menunjang kebutuhan operasional nelayan.

Andi Asman mengajak masyarakat, kelompok nelayan, pemerintah desa, dan seluruh pemangku kepentingan menjaga fasilitas yang telah dibangun agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.

“Kita jaga bersama, kita kembangkan bersama. Ini merupakan kesempatan bagi masyarakat nelayan untuk meningkatkan kesejahteraannya. Karena itu, seluruh fasilitas yang telah dibangun harus dimanfaatkan dan dipelihara dengan baik,” tegasnya.

KKP Dorong Pengembangan Ekonomi Biru

Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Kelautan dan Perikanan KKP RI Fernando Jongguran Simanjuntak menjelaskan bahwa Bulan Bakti KKP 2026 dilaksanakan secara serentak di 27 lokasi untuk memperingati Hari Jadi ke-27 Kementerian Kelautan dan Perikanan.

“Kita melaksanakan Bulan Bakti Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan mengikuti 27 lokasi secara serentak,” kata Fernando.

Ia menjelaskan, KKP terus mendorong konsep ekonomi biru sebagai arah pembangunan sektor kelautan dan perikanan nasional.

Konsep tersebut mencakup pengembangan budidaya perikanan, peningkatan kegiatan penangkapan ikan, serta perlindungan lingkungan laut agar sumber daya kelautan tetap terjaga dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Fernando juga menekankan pentingnya keterlibatan pemerintah daerah dan masyarakat pesisir dalam pembangunan sektor kelautan dan perikanan.

Bagi Kabupaten Bone, pengembangan KNMP di Desa Angkue diharapkan menjadi langkah awal pemerataan pembangunan kawasan perikanan terpadu di 11 kecamatan pesisir.

Pemerintah Kabupaten Bone berharap sinergi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan terus diperkuat agar potensi kelautan dan perikanan daerah dapat dikelola lebih maksimal, membuka peluang usaha, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan.

Reporter: KikiEditor: Bone Terkini

Ada yang keliru? Usulkan koreksi · Laporkan konten ini

Baca Lainnya

Menampilkan 4 UMKM pilihan Bone Terkini. Transaksi dilakukan langsung dengan penjual, Bone Terkini tidak memproses pembayaran.

Komentar (0)

Bijak dalam berkomentar. Komentar ditinjau Tim Bone Terkini dan dapat dihapus bila melanggar aturan.