WhatsApp Icon Gabung WhatsApp Channel Bone Terkini
Gabung

WATAMPONE, BONETERKINI.ID – Jajaran Polres Bone bergerak cepat merespons isu kekhawatiran masyarakat terkait ketersediaan bahan bakar di wilayah Kabupaten Bone. Melalui Unit Ekonomi Sat Reskrim, pihak kepolisian melaksanakan kegiatan monitoring dan pengecekan langsung terhadap Stok BBM di SPBU Bone pada Senin, 30 Maret 2026. Berdasarkan hasil pantauan tersebut, pihak kepolisian menegaskan bahwa kondisi distribusi energi saat ini berada dalam taraf normal dan tidak ditemukan adanya kelangkaan seperti yang dikhawatirkan.

Langkah pengecekan lapangan ini dipimpin langsung oleh Kanit II Ekonomi Sat Reskrim Polres Bone, IPDA Yobel Arihta Perangin Angin, S.Tr.K. Bersama sejumlah personel, tim menyasar beberapa titik SPBU strategis yang berada di wilayah Kecamatan Tanete Riattang dan Tanete Riattang Barat. Kehadiran aparat kepolisian di lokasi pengisian bahan bakar ini juga bertujuan untuk memberikan rasa tenang kepada para pemilik kendaraan yang sedang mengantre.

Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, situasi di sejumlah tempat pengisian memang menunjukkan adanya antrean kendaraan yang cukup panjang. Namun, pihak kepolisian kembali menegaskan bahwa antrean tersebut lebih dipicu oleh faktor psikologis masyarakat yang khawatir berlebihan, bukan karena ketiadaan pasokan. Secara teknis, penyaluran bahan bakar jenis Solar maupun Pertalite terpantau masih dalam kondisi yang sangat terkendali dan mencukupi kebutuhan harian.

Polres Bone berkomitmen untuk terus mengawal ketersediaan energi ini agar aktivitas ekonomi masyarakat tidak terganggu. Monitoring rutin akan terus dilakukan secara berkala untuk memastikan tidak ada oknum yang memanfaatkan situasi dengan cara melakukan penimbunan atau penyalahgunaan BBM bersubsidi. Hal ini menjadi prioritas utama demi menjaga kondusivitas wilayah Kabupaten Bone di tengah isu-isu global yang berkembang.

Hasil Pengecekan Lapangan Terkait Stok BBM di SPBU Bone di Tiga Titik Utama

Tim Unit Ekonomi Sat Reskrim melakukan pendataan mendalam di tiga titik utama untuk memastikan kebenaran informasi di lapangan. Pertama, di SPBU Biru yang terletak di Jalan Gatot Subroto. Di lokasi ini, petugas mencatat stok Solar tersisa sekitar 2.000 liter dan Pertalite sebanyak 7.000 liter. Meski terjadi antrean yang memanjang, proses penyaluran kepada konsumen tetap berjalan lancar tanpa kendala teknis yang berarti dari pihak pengelola.

IKLAN

Titik kedua adalah SPBU Ahmad Yani di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kelurahan Macanang. Di lokasi ini, Stok BBM di SPBU Bone untuk jenis Solar tercatat sebanyak 3.000 liter dan Pertalite sebanyak 7.000 liter. Kondisinya serupa dengan lokasi sebelumnya, di mana antrean kendaraan terlihat memanjang hingga ke bahu jalan, namun distribusi dari pihak pengelola SPBU kepada masyarakat tetap berlangsung normal dan petugas terus mengatur alur lalu lintas.

Selanjutnya, pengecekan dilakukan di SPBU Palakka, Jalan MT Haryono. Petugas mendapati stok Solar tersedia sekitar 1.500 liter dan Pertalite sebanyak 2.500 liter. Walaupun volume stok di lokasi ini terlihat lebih sedikit dibanding titik lainnya, manajemen distribusi tetap dipastikan aman untuk memenuhi kebutuhan kendaraan. Kepolisian meminta pengelola untuk segera melakukan koordinasi pengisian ulang jika volume stok mulai mendekati batas minimal.

Hasil monitoring secara keseluruhan menyimpulkan bahwa tidak ditemukan adanya praktik kelangkaan yang ekstrem. Kelancaran arus lalu lintas di sekitar area SPBU juga menjadi perhatian petugas agar antrean tidak menyebabkan kemacetan total di jalur protokol Watampone. Personel kepolisian terus berkoordinasi dengan pengelola SPBU untuk mengatur alur kendaraan agar tetap tertib dan tidak mengganggu pengguna jalan lainnya.

Langkah Preventif Polres Bone Guna Menjamin Stok BBM di SPBU Bone Tetap Aman

Kasihumas Polres Bone, Iptu Rayendra Muchtar, S.H., menegaskan bahwa kepolisian tidak akan tinggal diam jika menemukan adanya penyalahgunaan distribusi. Selain melakukan pengawasan fisik, petugas juga melakukan wawancara dengan pengelola SPBU untuk memastikan tidak ada permainan harga. Langkah preventif ini sangat penting untuk melindungi hak masyarakat yang memang membutuhkan BBM bersubsidi untuk aktivitas sehari-hari.

Iptu Rayendra juga mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat agar tidak terjebak dalam aksi pembelian secara berlebihan. Pembelian yang melebihi kebutuhan normal justru akan memicu kekosongan stok di tangki pendam SPBU secara mendadak. “Kami meminta warga tetap tenang dan bijak. Berdasarkan data kami, Stok BBM di SPBU Bone masih sangat mencukupi untuk kebutuhan seluruh masyarakat Bone,” tegasnya kepada awak media.

Tindakan tegas akan diberlakukan bagi siapa saja yang terbukti melakukan pelanggaran hukum terkait distribusi BBM. Polres Bone telah menyiagakan personel untuk melakukan pengawasan tersembunyi guna memantau adanya praktik pelangsiran atau pengisian jeriken tanpa izin yang sah. Pengawasan ini diharapkan mampu memberikan efek jera bagi oknum yang ingin mencari keuntungan pribadi di tengah kekhawatiran publik.

Dengan adanya pengawasan intensif ini, diharapkan stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Bone tetap kondusif. Pemerintah daerah dan kepolisian akan terus bersinergi guna menjamin rantai distribusi energi tetap terjaga dengan baik. Masyarakat diminta untuk melaporkan jika menemukan aktivitas mencurigakan di sekitar SPBU melalui layanan aduan resmi Polres Bone agar dapat segera ditindaklanjuti secara hukum.