WhatsApp Icon Gabung WA Bone Terkini
Gabung

BONE, BONETERKINI.ID – Pemerintah Kabupaten Bone menyalurkan bantuan produk susu kepada anak-anak untuk mendukung pemenuhan gizi dan mencegah stunting. Di sisi lain, Bupati Bone Andi Asman Sulaiman menargetkan daerah tersebut dapat menjadi produsen susu melalui pengembangan peternakan sapi perah.

Penyaluran bantuan berlangsung di halaman Rumah Jabatan Bupati Bone, Watampone, Sabtu (17/10/2026), pukul 07.30 Wita. Penyerahan secara simbolis diberikan kepada 10 anak penerima manfaat dan Ketua Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Bone.

Program ini merupakan hasil kolaborasi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, PT Nestlé Indonesia, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, pemerintah kabupaten/kota, serta Muslimat NU Sulsel.

Kabupaten Bone memperoleh alokasi 50 dus susu atau 1.800 pcs. Setiap anak menerima empat pcs dari total 450 penerima manfaat.

Andi Asman mengatakan bantuan susu menjadi salah satu bentuk kepedulian bersama untuk mendukung pemenuhan gizi anak. Program ini juga diharapkan membantu menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas.

https://boneterkini.id/wp-content/uploads/2026/05/IBONE-GADGET-scaled.png

“Bantuan produk susu ini memiliki arti penting bagi anak-anak dan keluarga penerima manfaat. Namun, manfaatnya harus ditempatkan dalam kerangka yang lebih luas, yakni penguatan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini,” ujarnya.

Menurutnya, program tersebut sejalan dengan upaya penguatan sumber daya manusia sejak usia dini yang menjadi bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Penanganan Stunting di Bone Membutuhkan Kolaborasi

Andi Asman menegaskan bahwa penanganan stunting tidak cukup hanya melalui pemberian bantuan pangan atau susu. Pemerintah dan masyarakat perlu memperkuat edukasi gizi, pemantauan tumbuh kembang anak, serta akses terhadap pelayanan kesehatan.

Ia juga mengajak dunia usaha, keluarga, posyandu, fasilitas pelayanan kesehatan, dan organisasi masyarakat untuk berperan aktif dalam pemenuhan hak anak.

“Pemenuhan hak anak ini tidak mungkin dilakukan hanya oleh pemerintah sendiri. Dunia usaha, masyarakat, keluarga, posyandu, fasilitas pelayanan kesehatan, dan berbagai pihak lainnya memiliki peran penting,” tegasnya.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya peningkatan kualitas gizi anak di Kabupaten Bone. Pemerintah daerah juga mendorong agar program bantuan berjalan beriringan dengan edukasi dan pemantauan pertumbuhan anak secara berkelanjutan.

Bupati Targetkan Bone Menjadi Produsen Susu

Selain memperkuat pemenuhan gizi anak, Andi Asman mengungkapkan rencana pengembangan peternakan sapi perah di Kabupaten Bone.

Ia berharap Bone tidak hanya menjadi konsumen produk susu, tetapi juga mampu memproduksi susu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Ke depan, Bone kita targetkan menjadi produsen susu. Kita akan mengembangkan peternakan sapi perah di Bone untuk memasok kebutuhan susu masyarakat Bone,” ungkapnya.

Pengembangan peternakan sapi perah diharapkan dapat memperkuat sektor peternakan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Ketersediaan susu lokal juga berpotensi mendukung pemenuhan kebutuhan gizi secara berkelanjutan.

Meski demikian, rencana tersebut membutuhkan pengembangan peternakan dan dukungan berbagai pihak agar dapat berjalan optimal.

Penyaluran Bantuan Susu untuk Anak Bone Berdasarkan Data Penerima

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (P3AKB) Kabupaten Bone, Andi Aswat, menjelaskan bahwa penyaluran bantuan susu mengacu pada data penerima yang telah ditetapkan.

Menurutnya, penggunaan data by name by address atau berdasarkan nama dan alamat bertujuan memastikan bantuan sampai kepada penerima yang tepat.

“Pendistribusian bantuan produk susu ini berdasarkan data by name by address, sehingga penerima manfaat dapat diidentifikasi dengan jelas dan penyalurannya lebih tepat sasaran,” jelas Andi Aswat.

Ia berharap bantuan tersebut memberikan manfaat bagi anak-anak sekaligus memperkuat sinergi pemerintah, dunia usaha, dan organisasi masyarakat dalam mendukung pemenuhan gizi serta perlindungan hak anak.

Pemerintah Kabupaten Bone pun mendorong penanganan stunting melalui pendekatan berkelanjutan, mulai dari edukasi gizi, pemantauan pertumbuhan, pelayanan kesehatan, hingga pengembangan sumber pangan bergizi.