BONE, BONETERKINI.ID – Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman membuka Turnamen Kejuaraan Pencak Silat Arung Palakka Championship I memperebutkan Piala Bupati Bone 2026 di Lapangan Tenis Toddopuli Makorem 141/Tp, Sabtu (26/9/2026).
Kejuaraan yang berlangsung pada 25–27 September 2026 tersebut menjadi ruang pembinaan dan pencarian prestasi bagi pelajar mulai tingkat SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi.
Pembukaan turnamen turut dihadiri Danrem 141/Toddopuli, Ketua DPRD Bone, Dandim 1407/Bone, Dandenpom, Danyon C Pelopor Brimob, serta unsur Forkopimda lainnya.
Dalam sambutannya, Bupati Bone menyampaikan apresiasi kepada panitia pelaksana, Korem 141/Toddopuli, IPSI, KONI, para pelatih, wasit dan juri, orang tua atlet, serta seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan kejuaraan.
Andi Asman berharap Arung Palakka Championship dapat menjadi salah satu wadah pembinaan atlet pencak silat di Kabupaten Bone. Ia ingin turnamen tersebut melahirkan atlet tangguh yang mampu membawa nama Bone pada kompetisi tingkat nasional hingga internasional.
“Berharap kepada Ketua IPSI dan melihat turnamen ini, Arung Palakka bisa melahirkan pemain tangguh. Insya Allah nanti menjelang hari-hari penting dapat diadakan kembali di Kabupaten Bone,” kata Andi Asman.
Bupati Bone Dorong Pencak Silat Masuk Sekolah
Selain pembinaan melalui turnamen, Bupati Bone juga mendorong agar pencak silat mendapat ruang lebih besar dalam kegiatan pendidikan. Ia mengusulkan pencak silat menjadi ekstrakurikuler di sekolah.
Menurutnya, atlet atau siswa SMP dan SMA yang memiliki kemampuan dapat diarahkan untuk membantu pembinaan pencak silat di tingkat SD dan SMP.
“Dari siswa SMP, SMA di Bone rekrut langsung sebagai pelatih untuk mengajar di SD dan SMP, karena harus ada ekstrakurikuler pencak silat untuk olahraga di sekolah,” tegasnya.
Bupati menilai pencak silat tidak hanya mengajarkan ketangkasan fisik. Olahraga bela diri tersebut juga mengandung nilai disiplin, pengendalian diri, keberanian, ketekunan, penghormatan kepada guru dan lawan, serta kemampuan untuk bangkit setelah mengalami kegagalan.
Nilai-nilai tersebut, kata dia, penting dalam membentuk karakter generasi muda.
Kepada para peserta, Andi Asman berpesan agar kejuaraan tidak hanya dipandang sebagai ajang untuk mengejar medali. Ia meminta atlet menjunjung tinggi sportivitas dan menghormati wasit, juri, pelatih serta lawan.
“Medali adalah hasil. Saya titipkan tiga hal, pertama junjung tinggi sportivitas, jangan cederai martabat olahraga dengan tindakan yang tidak terpuji. Hormati wasit, juri, pelatih dan lawan. Keputusan dalam pertandingan harus diterima dengan dewasa,” ujarnya.
Ia juga meminta peserta menjadikan setiap pertandingan sebagai bahan evaluasi. Atlet yang menang diminta tidak cepat berpuas diri, sedangkan peserta yang belum berhasil meraih juara diharapkan tetap berlatih dan tidak kehilangan semangat.
Menurutnya, proses latihan, kedisiplinan, keberanian menghadapi tekanan dan kemampuan menerima kemenangan maupun kekalahan secara terhormat merupakan bagian penting dari perjalanan seorang atlet.
Arung Palakka Championship Diharapkan Jadi Pembinaan Berjenjang
Bupati Bone juga memberikan apresiasi kepada para pelatih dan orang tua yang mendampingi atlet selama proses latihan.
“Prestasi tidak lahir dalam satu malam, ia tumbuh dari latihan yang berulang, waktu yang dikorbankan, nasehat yang terus diberikan dan kesabaran untuk menemani anak-anak kita bertumbuh,” tuturnya.
Pemerintah Kabupaten Bone memandang kegiatan olahraga sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia. Kompetisi yang sehat dinilai dapat mendorong generasi muda menjadi lebih sehat, tangguh, disiplin, berprestasi dan berkarakter.
Andi Asman berharap Arung Palakka Championship tidak berhenti sebagai agenda seremonial atau turnamen tahunan. Ia meminta atlet potensial dicatat dan dibina secara konsisten agar memiliki kesempatan mengikuti kompetisi pada level yang lebih tinggi.
“Saya berharap Arung Palakka Championship tidak berhenti sebagai agenda seremonial atau turnamen tahunan saja. Jadikan kejuaraan ini sebagai bagian dari pembinaan berjenjang, catat atlet potensial, bina secara konsisten, perkuat kualitas latihan dan buka jalan agar mereka dapat berkompetisi pada tingkat yang lebih tinggi,” katanya.
Ia juga berharap Lapangan Tenis Toddopuli dapat menjadi lokasi tetap pelaksanaan turnamen pencak silat di Kabupaten Bone.
Kepada para atlet, Bupati berpesan agar terus menjaga semangat berlatih, baik bagi peserta yang berhasil menjadi juara maupun mereka yang belum meraih hasil terbaik.
“Bagi yang juara tetap dijaga prestasinya dan bagi yang belum beruntung sebagai juara tetap untuk selalu berlatih,” pungkasnya.


