BONE, BONETERKINI.ID – Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman, mengikuti survei akreditasi RSUD Datu Pancaitana yang dilaksanakan Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) secara virtual melalui Zoom, Senin (19/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mengevaluasi pemenuhan standar rumah sakit sekaligus mendorong peningkatan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Survei tersebut melibatkan dua surveyor KARS, yakni dr. Salmah, M.Kes., Sp.GK., FISQua dan drg. Andi Cenrara, M.Kes., FISQua. Rangkaian penilaian mencakup survei dokumen serta pemaparan profil dan penyelenggaraan pelayanan RSUD Datu Pancaitana oleh direkturnya, Muhamad Rostang.
Dalam kegiatan ini, Bupati Bone juga mengikuti sesi wawancara pimpinan bersama tim surveyor. Pembahasan berfokus pada komitmen dan dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan rumah sakit serta peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.

Bupati Bone Tekankan Mutu dan Keselamatan Pasien
Andi Asman Sulaiman menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bone berkomitmen mendukung peningkatan mutu pelayanan dan keselamatan pasien di RSUD Datu Pancaitana.
Dukungan tersebut mencakup penguatan tata kelola rumah sakit, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pemenuhan sarana dan prasarana. Langkah tersebut diharapkan dapat menunjang pelayanan kesehatan yang optimal bagi masyarakat.
Survei akreditasi menjadi salah satu tahapan evaluasi untuk menilai pemenuhan standar pelayanan rumah sakit. Melalui proses ini, manajemen rumah sakit dapat mengidentifikasi aspek yang perlu dipertahankan maupun ditingkatkan sesuai hasil penilaian.
RSUD Datu Pancaitana Didorong Terus Berbenah
Pemerintah Kabupaten Bone berharap survei akreditasi di RSUD Datu Pancaitana ini menjadi momentum untuk terus melakukan evaluasi, pembenahan, dan inovasi dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan.
Upaya tersebut diharapkan mampu mendukung pelayanan yang bermutu, profesional, aman, serta berorientasi pada kebutuhan masyarakat Kabupaten Bone.
Kegiatan berlangsung di Aula Lantai 2 RSUD Datu Pancaitana dengan melibatkan unsur manajemen rumah sakit dan jajaran pemerintah daerah. Sejumlah pejabat turut mengikuti kegiatan tersebut, di antaranya Kepala BKAD Kabupaten Bone, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bone, Direktur RS M. Yasin, Wakil Direktur RSUD Tenriawaru, serta Kepala Bidang Teknologi Informasi Diskominfo dan jajaran terkait lainnya.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut mencerminkan dukungan pemerintah daerah terhadap proses evaluasi dan pengembangan pelayanan kesehatan. Meski demikian, hasil akhir survei akreditasi tetap mengacu pada penilaian tim surveyor berdasarkan standar yang berlaku.



Tinggalkan Balasan